|
Numpang cerita ah, dah 2 hari ini aku mempelajari kelengkapan-kelengkapan jaringan komputer yang pastinya ada hubungannya ma linux, dan ternyata banyak banget yang bisa dipelajari mulai dari bikin linux jadi router, jadi DHCP server, DNS server, mail server, dll. Jadi pingin melajari semua ntu, tapi bisa ga ya...tar kalo dah mulai kuliah lagi palingan juga udah ga ada waktu lagi. Biasa mahasiswa (sok) sibuk banget. Ngomong-ngomong soal mahasiswa,aku benar-benar heran waktu lihat berita tadi sore. Tentang unjuk rasa yang di lakukan mahasiswa (di salah satu kota besar) atas nama BEM se-propinsi (aktifis-aktifis dunk) yang intinya meminta Presiden SBY untuk turun dari kursi presiden karena dianggap gagal memimpin negara ini (emang seenak itu yah main nurun-nurunin aja?trus mang ada ganti yang udah pasti lebih baik??kalo ga da nyibuk-nyibukin pemerintah doank dunk buang-buang dana lagi) sebenarnya bukan hal aneh jika ada sekumpulan mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi mereka lewat unjuk rasa, bukan hal istimewa juga jika tuntutannya sampai meminta presiden turun, toh itu ada maksudnya juga. Cuman yang aku heran saat salah seorang pengunjuk rasa datang bak seekor(jahat amat kayaknya lebih baik disebut seonggok) pahlawan dengan penuh semangat perjuangan rela berkorban mati-matian untuk melakukan aksi yang (menurut mereka) sangat hebat yaitu penurunan bendera merah putih yang sedang berkibar di depan sebuah gedung pemerintahan. Dia dan kawan-kawannya bahkan rela berjibaku(alah opo ki artine) dengan petugas yang mencegah aksinya tersebut sampai akhirnya petugas berhasil mencegah aksi tersebut. Mungkin inilah beda antara remaja jaman perjuangan dulu dengan jaman sekarang. Jika dulu para remaja rela berjuang mati-matian demi mempertahankan bendera merah putih tetap berkibar sekarang justru ada yang rela melakukan hal yang sama demi menurunkan bendera merah putih tersebut (wah brarti kayak penjajah jaman dulu donk). Dan hebatnya itulah calon-calon pemimpin negara kita nantinya. |
| Leave a Comment: |